Peningkatan Capacity Building melalui Pelatihan Public Speaking sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat bagi Karang Taruna Pemudja Jongkangan - Yogyakarta
Abstract
Public speaking merupakan kemampuan berbicara di depan umum yang diperlukan agar inidvidu memiliki keberanian mengungkapkan pendapat, ide dan gagasan kepada sejumlah orang. Kecakapan public speaking tidak serta merta dimiliki oleh inidvidu sejak lahir, melainkan sebuah kemampuan yang dapat dilatih dan dikembangkan. Oleh karena itu, kemampuan public speaking merupakan kegiatan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pengembangan kapasitas diri (capacity building) bagi individu dalam organisasi. Peningkatan capacity building yang dilakukan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yaitu pengembangan kemampuan anggota karang taruna Pemudja Jongkangan dalam menguasai ilmu public speaking dan mengembangkan rasa percaya diri bagi tiap anggota dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan bagi karang taruna Pemudja Jongkangan yaitu; pertama, agenda berupa pelatihan public speaking bukan program kerja utama sehingga jarang dilakukan. Kedua, persoalan anggota yang tidak semua aktif di dalam forum diskusi dan memberikan pendapat. Ketiga, kurangnya regenerasi speaker dalam berbagai kegiatan seperti pemandu acara. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tim melakukan kegiatan berupa peningkatan capacity building pada karang taruna yang menyasar anggota karang taruna yang masuk kategori usia remaja. Hal ini juga bertujuan sebagai upaya untuk melakukan pemberdayaan masyarakat agar tercipta masyarakat yang berdaya dengan memiliki kecakapan dan keberanian berbicara di depan umum. Tidak hanya melatih keberanian, pada praktiknya, pelatihan ini juga memberikan pemahaman tentang ragam dari kegiatan public speaking, mulai dari seorang MC, Pembicara, Pewawancara, moderator dan lain-lain. Selain itu, tim pelaksana juga memberikan pemahaman tentang virtual public speaking yang sangat dibutuhkan di era virtual ini. Hasil kegiatan ini memberikan dampak yang positif bagi peserta yang terlihat dari umpan balik yang diberikan peserta melalui form evaluasi yang disebarkan oleh tim pengabdi. Peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman kepada mereka bagaimana meningkatkan kepercayaan diri ketika berbicara di depan umum. Kegiatan ini sedikitnya memberikan peningkatan kapasitas bagi pemuda Pemudja Jongkangan sebagai bentuk upaya pemberdayaan masyarakat meskipun demikian kegiatan ini memerlukan tahap lanjutan.
Downloads
References
Bintang, W. (2014). Powerful Public Speaking. Andi.
Damayanti, E. (2014). Strategi Capacity Building Pemerintah Desa Dalam Pengembangan Potensi Ekowisata Berbasis Masyarakat Lokal (Studi Di Kampoeng Ekowisata, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang). Jurnal Administrasi Publik Mahasiswa Universitas Brawijaya, 2(3), 464–470.
Gani, R. et all. (2020). Virtual Public Speaking. Simbiosa Rekatama Media.
Girsang, L. R. (2018). Public Speaking sebagai Bagian dari Komunikasi Efektif (Kegiatan PKM di SMA Kristoforus 2, Jakarta Barat). Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan, 2(1), 81–85.
Hamid, H. (2018). Manajemen Pemberdayaan Masyarakat. In De La Macca, 1(1).
Suranto. (2018). Komunikasi Organisasi; Prinsip Komunikasi untuk Peningkatan Kinerja Organisasi. Remaja Rosda Karya.
Tobe, M. Z. (2022). Peran Kegiatan Muhadhoroh dalam Peningkatan Public Speaking Santri Pondok PEsantren Al Ma’Muroh Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan. Http://Repository.Syekhnurjati.Ac.Id.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


