Massa APJIKI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
https://jurnalapjiki.org/index.php/massa
<p><strong>MASSA APJIKI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat</strong> adalah terbitan berkala ilmiah berisi publikasi dalam bentuk artikel pengabdian kepada masyarakat yang diterbitkan Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia (APJIKI). Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun, setiap akhir bulan Juni dan Desember tahun berjalan, berisi artikel tentang hasil penerapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk, model, konsep atau implementasi pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya peningkatan partisipasi masyarakat pada pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.</p> <p><strong><em>Aim and Scope </em></strong></p> <p>Semua bentuk hasil pengabdian kepada masyarakat di <strong><em>bidang ilmu-ilmu sosial humaniora dan ilmu-ilmu eksakta</em> </strong>dimungkinkan terbit di jurnal ini setelah melalui proses <em>double blind review</em> oleh para <em>reviewers</em> dari berbagai perguruan tinggi di tanah air.</p>Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia (APJIKI)en-USMassa APJIKI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat3026-0272Kampanye Pencegahan Perundungan Siber Melalui Instagram
https://jurnalapjiki.org/index.php/massa/article/view/238
<p>Pengabdian masyarakat melalui kampanye <em>No Filter Campaign</em> bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran kesehatan mental generasi Z di era media sosial. Latar belakang kegiatan ini muncul dari maraknya <em>cyberbullying</em> dan <em>body shaming</em> yang berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis, terutama bagi generasi Z. Instagram dipilih sebagai <em>platform</em> utama untuk menyampaikan konten edukatif, informatif, dan interaktif, serta mendorong partisipasi aktif pengguna dalam menciptakan ruang digital aman. Landasan teori pengabdian ini menggunakan <em>Uses and Gratifications</em>, yang menekankan motif dan kepuasan pengguna dalam memperoleh informasi, hiburan, identitas diri, dan interaksi sosial melalui media. Teori ini membantu memahami bagaimana pengguna secara aktif memilih dan memanfaatkan media untuk pengalaman bermanfaat. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pengelolaan akun Instagram @nofilter.camp selama dua bulan, dengan kegiatan mencakup pembuatan poster, infografis, video pendek, <em>reels</em>, serta interaksi melalui <em>story</em>, <em>polling</em>, Q&A, dan testimonial audiens. Data dikumpulkan melalui indikator jumlah tayangan, <em>likes</em>, komentar, dan partisipasi fitur interaktif. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kesadaran audiens terhadap isu kesehatan mental, terbentuknya ruang digital suportif, serta meningkatnya literasi digital. Kampanye ini membuktikan bahwa media sosial dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai sarana edukatif dan pemberdayaan masyarakat, selaras dengan tujuan menciptakan lingkungan digital sehat dan inklusif.</p>Sinta ParamitaMarilyn AlexanderElisabeth Indira Dameria Tindaon
Copyright (c) 2025 Sinta Paramita, Marilyn Alexander, Elisabeth Indira Dameria Tindaon
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-252025-12-2532516010.25008/massa.v3i2.238Peran Jurnalisme Warga Menangkal Hoax bagi Remaja Siswa SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak
https://jurnalapjiki.org/index.php/massa/article/view/237
<p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara remaja mengakses dan menyebarkan informasi, namun juga meningkatkan penyebaran hoaks di media sosial. Kondisi ini menuntut penguatan literasi digital agar generasi muda mampu berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam bermedia. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi digital remaja melalui pendekatan jurnalisme warga sebagai upaya menangkal hoaks. Kegiatan dilaksanakan di salah satu sekolah menengah dengan metode workshop partisipatif yang melibatkan sekitar 40 siswa. Materi mencakup pengenalan konsep berita dan hoaks, etika bermedia sosial, serta praktik membuat konten positif berbasis jurnalisme warga. Evaluasi dilakukan melalui post-test, dan observasi terhadap perubahan sikap peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai hoaks, kemampuan membedakan berita faktual dan palsu, serta kesadaran pentingnya verifikasi informasi. Peserta juga termotivasi untuk berperan sebagai agen penyebar informasi positif di lingkungan sekolah dan media sosial. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan jurnalisme warga efektif untuk meningkatkan literasi digital dan membangun kesadaran kritis remaja dalam menangkal hoaks di era informasi.</p>Eka Perwitasari FauziAfdal Makkuraga Putra
Copyright (c) 2025 Eka Perwitasari Fauzi, Afdal Makkuraga Putra
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-252025-12-2532617110.25008/massa.v3i2.237Edukasi Komunikasi Artifaktual di Kalangan Siswa SMA Santo Yakobus sebagai Upaya Pencegahan Fear of Missing Out
https://jurnalapjiki.org/index.php/massa/article/view/227
<p>Generasi Z yang lahir mulai dari 1996 sampai dengan 2010, dikenal juga sebagai <em>digital native</em>. Generasi Z menjadi pemerhati dan pengguna aktif media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Twitter. Fenomena generasi Z yang responsif terhadap terhadap konten viral menjadikannya dikenal sebagai generasi yang mudah merasakan <em>Fear of Missing Out</em> (FOMO) yang diartikan sebagai rasa cemas karena merasa tertinggal dari pengalaman yang sedang menjadi tren. Adanya karakteristik generasi Z yang mudah mengalami FOMO, terutama bila berkaitan dengan konten viral, menjadikannya mudah untuk mengadopsi dan menampilkan simbol-simbol artifaktual yang sedang viral sebagai bagian dari pemenuhan eksistensi diri dan pencitraan diri. Pada jenjang Pendidikan Sekokah Menengah Atas (SMA), para siswa yang berada dalam kelompok generasi Z sedang berada dalam fase pencarian jati diri yang cukup dinamis. Atas dasar ini, tim memberikan usulan untuk dalam bentuk program kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mengenai fungsi dari komunikasi artifaktual dan praktik langsung kepada siswa. Dengan menyadari fungsi komunikasi artifaktual, siswa tidak hanya menjadi lebih sadar terhadap bagaimana cara mempresentasikan diri, tetapi juga lebih empatik terhadap perbedaan ekspresi orang lain. Kegiatan PKM dilakukan dengan menggunakan dua metode, yaitu teori melalui literasi dan praktik. Luaran dari kegiatan PKM meliputi publikasi di jurnal nasional, HKI, dan prototipe. Hasil dari kegiatan PKM menunjukkan adanya peningkatan wawasan antara sebelum dan sesudah kegiatan PKM, peserta juga aktif memberikan pertanyaan selama sesi praktik berlangsung.</p>Wulan Purnama SariResfirahmaErinFiona CH Bernadett
Copyright (c) 2025 Wulan Purnama Sari, Resfirahma, Erin, Fiona CH Bernadett
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-252025-12-2532728310.25008/massa.v3i2.227Strategi Media Relations Pemerintah dalam Polemik Hadiah Jam Tangan Mewah untuk Tim Nasional Sepak Bola Indonesia
https://jurnalapjiki.org/index.php/massa/article/view/224
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi media relations pemerintah dalam merespons kontroversi publik terkait pemberian jam tangan mewah Rolex oleh Presiden Republik Indonesia kepada pemain Tim Nasional Indonesia pada Juni 2025. Isu ini berkembang pesat di media sosial dan media daring, memunculkan perdebatan publik mengenai keadilan apresiasi antar cabang olahraga, serta transparansi penggunaan dana. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis sentimen berbasis data dari platform Brand24, untuk mengidentifikasi pola respons publik terhadap narasi klarifikasi pemerintah. Teori SCCT yang dikembangkan oleh W. Timothy Coombs digunakan sebagai kerangka analisis dalam mengevaluasi bagaimana pemerintah merespons krisis untuk mempertahankan kepercayaan dan reputasi di mata publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemerintah bersifat reaktif dan tidak mampu secara efektif mengubah opini publik yang didominasi sentimen negatif. Klarifikasi yang datang terlambat, kurang transparan, dan tidak disertai kampanye naratif lanjutan membuat respons dari pemerintah menjadi lemah dalam membentuk persepsi positif. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan komunikasi publik yang lebih proaktif, transparan, dan adaptif dalam menghadapi krisis simbolik di era digital.</p>Nabila WirantiAnissa BanowosariYoga PratamaRajab Ritonga
Copyright (c) 2025 Nabila Anggun Wiranti, Anissa Syafnaja Banowosari, Yoga Adi Pratama, Rajab Ritonga
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-252025-12-25328410310.25008/massa.v3i2.224Strategi Media Relations Gojek dalam Menangani Konflik Viral antara Driver dan Pelanggan Aplikasi X
https://jurnalapjiki.org/index.php/massa/article/view/221
<p style="margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif;">Penelitian ini mengkaji strategi media relations Gojek dalam menangani krisis komunikasi yang dipicu oleh konflik tarif antara mitra pengemudi dan perusahaan, yang menjadi sorotan publik di media sosial X (sebelumnya Twitter). Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif, data dikumpulkan dari sumber sekunder seperti berita daring, pernyataan resmi perusahaan, dan unggahan media sosial. Analisis menggunakan kerangka <em>Situational Crisis Communication Theory</em> (SCCT) untuk mengidentifikasi pola strategi komunikasi krisis yang digunakan. Hasil menunjukkan bahwa Gojek menerapkan strategi <em>diminish</em>, <em>rebuild</em>, dan <em>bolstering</em>. Ketiganya dilakukan dengan menjelaskan kebijakan potongan komisi, membuka ruang dialog dengan mitra, serta menekankan komitmen terhadap perlindungan dan kesejahteraan pengemudi. Meski demikian, efektivitasnya belum optimal. Opini publik di media sosial tetap kritis dan dukungan terhadap pengemudi meningkat, diperkuat oleh pemberitaan media daring yang cenderung empatik. Kesimpulannya, strategi komunikasi Gojek belum sepenuhnya berhasil menjaga reputasi perusahaan, terutama dalam lanskap digital yang cepat, terbuka, dan sensitif terhadap isu keadilan sosial. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komunikasi yang lebih partisipatif dan adaptif terhadap dinamika opini publik digital.</span></p>Keisha Devira Assovie Keisha Devira AssovieMuhammad Naufal Aditya BentarAlma Danisha Putri Alma Danisha PutriFitri Oktavia Tambunan Fitri Oktavia Tambunan
Copyright (c) 2025 Keisha Devira Assovie, Muhammad Naufal Aditya Bentar, Alma Danisha Putri, Fitri Oktavia Tambunan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-252025-12-253210411110.25008/massa.v3i2.221Optimalisasi Eksposur Digital Desa Wisata Cihanjawar Melalui Sinergi Strategi Promosi Organik dan Non- Organik pada Platform Media Sosial
https://jurnalapjiki.org/index.php/massa/article/view/243
<p>Akselerasi digitalisasi dalam sektor pariwisata menuntut destinasi berbasis pedesaan untuk mengadopsi mekanisme pemasaran yang lebih integratif dan adaptif terhadap dinamika algoritma platform media sosial. Desa Wisata Cihanjawar, meskipun memiliki keunggulan komparatif berupa potensi agrowisata dan lanskap alam yang otentik, masih menghadapi kendala krusial dalam aspek visibilitas digital yang representatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan landasan teoretis serta keterampilan praktis bagi Karang Taruna sebagai pelopor utama pengelola wisata desa di Cihanjawar. Salah satu edukasi penting untuk membuat para pengelola wisata bisa meningkatkan engagement dan visibilitas Desa Cihanjawar di media sosial yaitu pemahaman mengenai dikotomi strategis antara promosi organik dan non-organik untuk meningkatkan visibilitas konten wisata di Desa Cihanjawar. Melalui metode sosialisasi partisipatif dan pendampingan teknis, peserta dibekali kemampuan manajemen konten berbasis narasi visual serta pengenalan terhadap instrumen periklanan berbayar sebagai akselerator eksposur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya transformasi signifikan pada literasi digital pengelola, yang ditandai dengan kemampuan menyusun kalender konten yang terukur serta pemanfaatan fitur penargetan audiens yang presisi. Sinergi antara kredibilitas konten organik dan jangkauan luas promosi non-organik terbukti menjadi instrumen krusial dalam memperkuat identitas merek desa di tengah kompetisi pasar pariwisata yang kian kompetitif. Disamping itu, keberhasilan ini memberikan implikasi pada peningkatan frekuensi interaksi audiens secara daring yang berpotensi pada konversi kunjungan fisik wisatawan.</p>Rida AnjaniReza Ardian HidayatSiti MasitohNisa Aulia Dina
Copyright (c) 2025 Rida Anjani, Reza Ardian Hidayat, Siti Masitoh, Nisa Aulia Dina
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-252025-12-253211212010.25008/massa.v3i2.243